Hovic-20; Hoax Virus Corona 2020

by - April 12, 2020

1 maret 2020, setelah genap 2 bulan novel corona virus muncul menjadi momok di dunia, akhirnya Indonesia mendapatkan kasus positif pertamanya. Semenjak hari itu jumlah kasus corona di Indonesia bertambah dengan cepat. Hanya butuh 2 minggu untuk mencapai angka 100. 1 bulan untuk mencapai angka 1000. Dan 6 minggu setelah kasus pertama, angka ini mencapai 4200 lebih.
Tapi ternyata tidak hanya korona yang menyebar dengan cepat. Ada hal lain juga yang menyebar bahkan jauh lebih cepat dari virus korona. Dia tidak bisa ditangkal dengan masker, hand sanitizer, atau social distancing. Butuh akal sehat dan pemikiran kritis untuk tidak tertular hal ini, sesuatu yang ternyata jauh lebih langka dari masker bedah saat ini.
Hal itu adalah Hoax. Berita palsu.
Semua bermula dari sebuah pesan berantai di Whatsapp
"Teman sekelas keponakan laki-laki, lulus dengan gelar master, dan bekerja di Rumah Sakit Shenzhen. Dia dipindahkan ke Wuhan untuk mempelajari virus pneumonia baru. Dia baru saja menelepon dan meminta saya untuk memberi tahu semua kerabat dan teman saya bahwa jika pilek dan dahak terjadi selama pilek, tidak dapat disimpulkan bahwa itu adalah pneumonia coronavirus tipe baru. Karena coronavirus pneumonia adalah batuk kering tanpa pilek, ini adalah cara paling sederhana untuk mengidentifikasinya."
"Tipe baru virus pneumonia koroner tidak tahan panas dan akan terbunuh dalam suhu 26-27 derajat. Karena itu, minumlah air panas untuk mencegah virus. Olahraga, Anda tidak akan terinfeksi virus. Jika Anda demam tinggi, tutupi selimut dan minumlah sup jahe untuk menambah energi panas tubuh tanpa perlu vaksin. Makan lebih banyak jahe, merica bawang putih, dan merica bisa menyelesaikannya. Kurangi makan yg manis, asam, dan asin, dan jangan pergi ke daerah cuaca dingin. Virus akan hilang sepenuhnya saat terkena sinar matahari."


Coba kita analisis sedikit pesan ini. “Teman sekelas keponakan laki-laki”. Oke, keponakan laki-laki siapa? Siapa pengirim pertama pesan ini dan siapa orang yang dimaksud di pesan ini? Dia lulus dengan gelar master, dari universitas apa dan jurusan apa? Kerja di rumah sakit Shenzen, rumah sakit yang mana? Kerja sebagai apa?

Kita harus mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan tadi, karena sumber yang kredible itu sangat penting dalam memutuskan apakah kita akan mempercayai suatu informasi atau tidak. Bagian awal pesan ini memberikan ilusi adanya kredibilitas dari pemberi informasi, tapi sebenarnya kalau kita kupas sedikit saja dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, akan terlihat kalau pesan ini tidak punya sumber yang kredibel sehingga sulit untuk bisa dipercaya. Bahkan jika suatu pesan ada informasi sumber yang jelasnya kita tetap harus mencari Kembali apakah orang tersebut benar adanya, benar identitasnya dan benar menyampaikan informasi itu.

Oke bagian bawah pesan ini penuh berita yang… ngaco. Mulai dari gelaja korona yang ga sesimpel itu dan bahkan ada yang tanpa gejala. Corona tidak tahan suhu diatas 27 derajat? Derajat apa nih? Oke saya asumsiin Celsius, suhu tubuh manusia aja sekitar 37 derajat Celsius, harusnya masuk ketubuh udah lebih dong? Klo yang dimaksud Fahrenheit ya lebih parah lagi. 27 derajat Fahrenheit itu negative dua koma tujuh derajat celcius lebih dingin lagi. Mau ngeles apa Reamur? 27 derajat reamur itu 33 derajat Celsius, lagian Siapa yang masih pake skala reamur?
Terus katanya, “Olahraga, Anda tidak akan terinfeksi virus.” Callum Hudson Odoi, sama Daniele Rugani. Dua pesepak bola dari Chelsea dan Juventus yang jelas dari kecil sampai gede kerjaannya tiap hari olahraga, dibayar dari olahraga hidup dari olah raga, gizi dijaga sama ahlinya. Tetep kena Corona. Gimana yang olahraganya cuma e-sport dan dan makanan yang paling sehatnya sayur asem.
Tapi kalimat terakhir yang membawa dampak paling besar. “Virus akan hilang sepenuhnya saat terkena sinar matahari." Kalimat ini yang akhirnya menggerakkan orang-orang berjemur.
Berjemur untuk mematikan virus memang kayanya konsep yang mudah banget untuk diterima sama orang Indonesia. Air keran banyak yang Cuma direbus terus langsung diminum dengan asumsi proses perebusan itu mematikan mikroorganisme yang ada di air. Terus juga dari kecil kita diajari klo matahari pagi itu bagus untuk Kesehatan. Jadi ya Ketika dihadapin dengan krisis Kesehatan ya kita Kembali dengan nilai-nilai Kesehatan yang udah kita kenal dari dulu.
Dari mulai Menteri, kepala daerah, kepala kepolisian, public figure, media massa, Semua mengajak orang-orang berjemur untuk mencegah corona. Instastory saya penuh sama orang yang berjemur demi cegah corona, entah orang-orang ini benar-benar percaya atau Cuma ikut tren, saya juga tidak tahu, tapi orang-orang ini melakukan dan menyerukan sesuatu berdasarkan informasi yang tidak memiliki sumber kredibel dan tidak didukung data yang bisa dipertanggung jawabkan.
To be clear, saya ga ngekritik berjemurnya, berjemur itu sehat, ya, banyak manfaatnya, tapi yang saya ingin kritisi adalah mudahnya kita percaya sama suatu informasi meski tanpa bukti yang jelas. Dan juga mudahnya informasi ini menyebar di public.
Ini mungkin bukan masalah besar, karena beruntungnya nasehat yang diberikan adalah hal yang baik, tapi seandainya nasehat yang diberikan adalah sesuatu yang berbahaya yang kita kira bermanfaat, bagaimana kita akan menghadapinya? Berita seperti ini bisa jauh lebih berbahaya dari virus manapun di dunia.

You May Also Like

0 Comments